A. Teknik Sorting (Pengurutan Data)
Dalam struktur data, teknik sorting ini sangat diperlukan untuk suatu kegiatan. Teknik ini tentunya punya kriteria tersendiri. Ada dua macam cara pengurutan data, yaitu descending order(pengurutan data dari nilai tertinggi ke nilai terendah), dan ascending order (teknik pengurutan data dari nilai terkecil ke nilai terendah). Sebenarnya jika kita ingin mengimplementasikan teknik sorting ini ke dalam suatu bahasa pemograman, yang paling penting adalah, kita terlebih dahulu harus memahami konsep dari teknik Sorting itu sendiri. berikut caranya:
Untuk sorting yang paling sederhana ialah:
anggaplah kita punya nilai yaitu:
nilai [1]=15;
nilai [2]= 9;
Disini kita ingin mengurutkan dengan menggunakan teknik Ascending(pengurutan dari nilai terkecil ke nilai terendah).
Tentunya kita ingin menukar kedua angka itu yaitu
nilai[1]=9;dan
nilai[2]=15
Kita tidak bisa melakukannya dengan cara seperti ini.
nilai[1]=nilai[2]
nilai[2]=nilai[1] yakinlah, kalau seperti ini program tak akan bekerja.
Jadi,,
Pemahaman langkah pertama yaitu dengan cara nilai yang tersimpan pada "nilai[1]" akan dihapus, dan kemudian diganti dengan nilai yang tersimpan pada "nilai[2]". Sehingga sekarang antara "nilai[1] dan nilai[2]" punya nilai yang sama.OOpppsss, tapi apa yang terjadi dengan nilai[1]????? Jawabannya, ia telah tiada.
Nah, dalam penukaran dua variabel, kita harus mendefinisikan variabel ke-tiga, yaitu sebuah temporary yang memegang nilai variabel agar nilai tersebut tidak hilang.Ia akan menjaga proses penukaran nilai agar salah satu nilai tidak hilang.
Misalnya:
//Pertukaran Variabel
temp = nilai[1]; //pemegang variabel agar tidak hilang"temp"
nilai[1] = nilai[2];
nilai[2] = temp;
Proses penukaran ini akan berhasil dilakukan sesuai pemahaman teknik sorting. Pertukaran berhasil dilakukan tanpa nilai yang hilang [1]
Metode teknik sorting ada beberapa jenis:
- Pengurutan berdasarkan perbandingan (comparison-based sorting)
• Bubble sort, exchange sort
- Pengurutan berdasarkan prioritas (priority queue sorting method)
• Selection sort, heap sort
- Pengurutan berdasarkan penyisipan dan penjagaan terurut (insert and keep
sorted method)
• Insertion sort, tree sort
- Pengurutan berdasarkan pembagian dan penguasaan (devide and conquer
method)
• Quick sort, merge sort
- Pengurutan berkurang menurun (diminishing increment sort method)
• Shell sort
B. Teknik Searching
Teknik searching merupakan suatu proses pencarian data dari sejumlah data yang ada. Pencarian data dapat dilakukan pada sejumlah data yang sudah terurut atau juga pada data yang sama sekali belum terurut.
Jenis-jenis teknik searching ada dua cara yakni pencarian secara linear
(sequential search) dan pencarian biner (binary search).
1. Sequential search adalah suatu teknik pencarian data dalam array ( 1 dimensi ) yang akan menelusuri semua elemen-elemen array dari awal sampai akhir, dimana data-data tidak perlu diurutkan terlebih dahulu.
2. Binary search merupakan salah satu metode searching, binary search hanya bisa dilakukan pada data yg telah tersort ato terurut karena proses algoritmanya yg terus menerus membagi data menjadi 2 bagian hingga angka / input yg dicari ditemukan.
Sumber:
[1] http://sangadik.blogspot.com/2009/11/teknik-sortingpengurutan-data.html
[2] http://lightluna.wordpress.com/2008/10/24/prinsip-algoritma-pada-teknik-tencarian-search-engine
Budi Utomo adalah organisasi pergerakan modern yang pertama di Indonesia dengan memiliki struktur organisasi pengurus tetap, anggota, tujuan dan juga rencana kerja dengan aturan-aturan tertentu yang telah ditetapkan. Budi utomo pada saat ini lebih dikenal oleh masyarakat sebagai salah satu STM yang memiliki siswa yang suka tawuran, bikin rusuh, bandel, dan sebagainya. Biasanya anak sekolah tersebut menyebut dengan singkatan Budut / Boedoet (Boedi Oetomo). Pada artikel kali ini yang kita sorot adalah Budi Utomo yang organisasi jaman dulu, bukan yang STM.
Budi Utomo didirikan oleh mahasiswa STOVIA dengan pelopor pendiri Dr. Wahidin Sudirohusodo dan Sutomo pada tanggal 20 Mei 1908 yang bertujuan untuk memajukan Bangsa Indonesia, meningkatkan martabat bangsa dan membangkitkan Kesadaran Nasional. Tanggal 20 Mei 1908 biasa diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional Indonesia.
Sebagai suatu organisasi yang baik, Budi Utomo memberikan usulan kepada pemerintah Hidia Belanda sebagai mana berikut ini :
1. Meninggikan tingkat pengajaran di sekolah guru baik guru bumi putera maupun sekolah priyayi.
2. Memberi beasiswa bagi orang-orang bumi putera.
3. Menyediakan lebih banyak tempat pada sekolah pertanian.
4. Izin pendirian sekolah desa untuk Budi Utomo.
5. Mengadakan sekolah VAK / kejuruan untuk para bumi putera dan para perempuan.
6. Memelihara tingkat pelajaran di sekolah-sekolah dokter jawa.
7. Mendirikan TK / Taman kanak-kanak untuk bumi putera.
8. Memberikan kesempatan bumi putra untuk mengenyam bangku pendidikan di sekolah rendah eropa atau sekolah Tionghoa - Belanda.
Kongres pertama budi utomo diadakan di Yogyakarta pada oktober 1908 untuk mengkonsolidasikan diri dengan membuat keputusan sebagai berikut :
1. Tidak mengadakan kegiatan politik.
2. Bidang utama adalah pendidikan dan kebudayaan.
3. Terbatas wilayah jawa dan madura.
4. Mengangkat R.T. Tirtokusumo yang menjabat sebagai Bupati Karanganyar sebagai ketua.
Pemerintah Hindia-Belanda mengesahkan Budi Utomo sebaga badan hukum yang sah karena dinilai tidak membahayakan, namun tujuan organisasi Budi Utomo tidak maksimal karena banyak hal, yakni :
1. Mengalami kesulitan dinansial
2. Kelurga R.T. Tirtokusumo lebih memperhatikan kepentingan pemerintah kolonial daripada rakyat.
3. Lebih memajukan pendidikan kaum priyayi dibanding rakyat jelata.
4. Keluarga anggota-anggota dari golongan mahasiswa dan pelajar.
5. Bupati-bupati lebih suka mendirikan organisasi masing-masing.
6. Bahasa belanda lebih menjadi prioritas dibandingkan dengan Bahasa Indonesia.
7. pengaruh golongan priyayi yang mementingkan jabatan lebih kuat dibandingkan yang nasionalis.
Keterangan :
Bumi Putera adalah bukan bank atau lembaga keuangan bisnis lainnya, tetapi yang dimaksud dengan bumi putera adalah warga pribumi yang pada zaman dahulu dianggap sebagai warga tingkat rendah dibanding warga ras eropa, cina, arab, dan lain-lainnya.
